Kombel Jalan, Kepsek SMPN 1 Taebenu Akui Gurunya Semangat dan Kinerja Baik
Pada Kamis (01/02/2024) lalu, kegiatan belajar bersama para guru di SMPN 1 Taebenu, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, NTT melalui Komunitas Belajar (Kombel) internal sekolah sudah mulai jalan.
Sesuai kesepakatan dan jadwal yang sudah mereka diskusikan sehari sebelumnya, mulai Februari 2024 ini, setiap hari ada beberapa menit yang dimanfaatkan semua guru untuk belajar bersama dalam kegiatan Kombel.
Semua guru bersepakat mengenai berbagai kegiatan pengembangan diri di sekolah.
Dipimpin John Sogen yang adalah Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bagian Kurikulum, semua guru dan tenaga kependidikan di SMPN 1 Taebenu selama beberapa waktu ke depan ini akan belajar bersama mengenai berbagai isu yang lekat dengan praksis pembelajaran di kelas seperti pemahaman terhadap kebutuhan belajar murid, teknis pelaksanaan asesmen, pembelajaran berdiferensiasi, dan sejumlah materi lain yang terkait dengan pelaksanaan kurikulum merdeka serta semangat merdeka belajar di ruang kelas dan sekolah.
John Sogen, Wakasek Bagian Kurikulum yang juga memimpin Kombel Sekolah.
Kepala SMPN 1 Taebenu, Adolf Ebenheiser Nenotek menyampaikan, dirinya bersama rekan-rekan gurunya sudah sepakat bersama dan membuat jadwal untuk melakukan observasi kelas, supervisi coaching, termasuk kegiatan pengembangan diri semua guru melalui kegiatan Kombel.
Nenotek menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi rekan-rekan gurunya yang memiliki semangat tinggi untuk berbagi dan belajar bersama, tanpa harus menunggu narasumber dari pihak luar sekolah.
“Teman-teman saya yang saat ini sementara ikut pendidikan profesi guru, yang sudah jadi guru penggerak, maupun yang memiliki pemahaman itu semua saling kolaborasi dan berbagi.” jelas Nenotek.
Nenotek mengakui, rekan-rekan gurunya adalah para guru tipe pembelajar yang juga memiliki tanggung jawab sehingga akan melaksanakan berbagai rencana kegiatan yang sudah disepakati jika diberi kesempatan.
Adolf ebenheiser Nenotek, Kepala SMPN 1 Taebenu.
Rekan-rekan gurunya, cerita Nenotek, juga sudah menyelesaikan pengisian Rencana Hasil Kerja (RHK) di Platform Merdeka Mengajar (PMM) dari jauh-jauh hari sehingga saat ini semua dari mereka sudah sementara bekerja untuk mencapai target.
“Saat isi RHK saya panggil duduk diskusi soal rencana, tanya kesanggupan dan kesediaan, baru saya setujui. Saya sesuaikan dengan kemampuan mereka. Soal penilaian perilaku, saya arahkan pada aspek yang mereka bisa laksanakan.” cerita Nenotek.
Nenotek juga menjelaskan, saat ini pihaknya sudah membentuk tim Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Wakasek Bagian Kurikulum juga sudah menyiapkan jadwal dan instrumen PKG sehingga setiap hari para guru selalu diarahkan agar mengisi jurnal kegiatan yang dibuktikan dengan foto atau dokumentasi.
Nenotek menambahkan, meski akan ada evaluasi capaian RHK setiap guru setiap akhir bulan, dirinya mengakui sangat optimis pada kemampuan rekan-rekan gurunya dalam mengeksekusi berbagai RHK yang sudah disepakati bersama.
“Teman-teman saya adalah guru-guru yang bisa kerja dan punya semangat yang tinggi. Dalam penilaian kinerja untuk tahun kemarin (2023), saya kasih nilai mereka semua di atas ekspektasi dan saya siap tanggung jawab soal nilai yang mereka dapat. Karena memang saya tahu kinerja mereka. Saya yakin dengan semangat dan kemampuan rekan-rekan saya.” optimis Nenotek.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KARYA BIMBINGAN TIK BERKOLABOSRASI DENGAN BIDANG SENI BUDAYA
https://youtu.be/LthI7EMXFdc?feature=shared
BELAJARA IPA ASYIK MELALUI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
BELAJAR IPA ASYIK MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh Yuliana Anggelina R. Ulu SMP Negeri I Taebenu A. Situasi Filosofi KHD yang pertama mengart
Ibu Guru yang Menyemai Rindu di Ruang Kelas
Hari makin terik pada sebuah siang, ketika sekelompok pelajar riuh berisik. Para pelajar kelas X di SMAN 2 Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, NTT ini sementara belajar Geografi d
Guru dan Komite Dukung Penuh, Kepala SMPN 1 Taebenu Optimis Jadi Sekolah Contoh
Adolf Ebenheiser Nenotek, S.Pd. baru menjabat Kepala SMPN 1 Taebenu di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang sejak Mei 2022 tahun lalu, tetapi memiliki semangat dan optimisme yang tinggi
Bife Meto, Perempuan Timor yang Setara Alam Pemberi Hidup
Setiap perempuan Timor NTT yang mendiami wilayah pulau Timor bagian barat terkhusus di wilayah Amfoang, Fatuleu, Molo, Miomafo, dan beberapa wilayah bekas swapraja yang dulu tun
Imanuel Buan Himbau Guru Daftar Calon Guru Penggerak
Imanuel Buan saat masih menjabat Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Kupang menghimbau para guru SD dan SMP di Kabupaten Kupang agar mendaftar un
Gaya Belajar Siswa
Setiap peserta didik memiliki keunikan, kekhasan, dan kebiasan yang berbeda-beda. Sifat-sifat yang berbeda itulah yang memberikan warna dalam proses pembelajaran. Di satu sisi, keterbed
7 Budaya Positif yang Bisa Diterapkan di Sekolah
Seperti yang kita ketahui bahwa tujuan pelaksanaan pendidikan di sekolah yaitu untuk membentuk siswa Indonesia menjadi generasi yang berpendidikan, cerdas, dan berkarakter. Untuk mewuju
Penyebab dan Dampak buruk Rendahnya Kemampuan Baca Tulis Anak bangsa di Pelosok
Pengetahuan adalah kekuatan bangsa. Dengan pengetahuan, kekayaan bangsa seperti tanah pertanian, air, bahan tambang, pariwisata, kelautan, dan potensi lainnya dapat dikelola secara opti